Penerimaan siswa baru di SMA Swins Internasional school telah berakhir. Artinya sudah terpilih siswa dan siswa baru di SMA SIS. Ada anak bernama Karrin Anaela dia adalah seorang siswa baru di SMA itu, dia adalah siswa dari SMP 110 di kota itu. Karrin anak seorang pengusaha sukses di kotanya itu (orang kaya), tetapi tingkanya tak seperti anak orang kaya lain dia anak yang ramah,tidak angkuh, dan suka berteman dengan siapa saja.
Suatu hari saat hari pertama bersekolah di SMA SIS, Karrin kebingungan akan letak kelasnya. Karrin berjalan menusuri beberapa kelas, tetapi dia belum menemukan kelasnya, Karrin nampak kecewa dan duduk disebuah bangku yang ada. “Hai kau….! Mengapa kamu kebingungan ?” kata sebuah suara, seketika Karrin kaget dan berbalik arah untuk melihat siapa yang menegurnya. Ketika ia berbalik ternyata dibelakangnya ada seorang anak perempuan yang sebayanya di belakangnya. Dari situ Karrin dan anak itu berkenalan, ternyata anak itu bernama sherren dia anak yang cantik dan juga lucu. Sherren lalu memberi tahu dimana letak kelas Karrin dan ternyata mereka berdua sekelas. Sherren mempunyai teman bernama Sunny dia anak yang pintar, tulisannya bagus dan bersikap lebih dewasa dibandingkan Sherren. Setelah Karrin berkenalan dengan Sunny, maka mereka bertiga menjadi teman baik dan akrab
Tidak terasa kini Karrin telah duduk kelas dua di sekolah SIS. Karrin sangat senang ketika ia mengetahui bahwa dia masih sekelas dengan Sherren dan Sunny. Di kelas barunya itu Karrin, Sherren, dan Sunny berkenalan dengan seorang anak laki-laki yang yang sedikit tertutup untuk wanita bernama Riyu. Riyu menurut Karrin adalah anak yang penutup, kedua sahabatnya pun demikian. Karrin, Sunny, dan Sherren duduk di tempat yang letaknya dekat dengan tempat duduk Riyu, tentu saja di situasi seperti itu kesempatan baik buat Karrin, Sunny, dan Sherren untuk mengetahui Riyu lebih jauh. Kesempatan itu membuat Karrin mendapatkan rencana untuk selalu dekat dengan Riyu, rencana itu membuahkan hasil dengan respond Riyu untuk Karrin mendekati agar dapat mengetahui Riyu secara cepat, dan akhirnya Riyu, Karrin, Sunny, dan Sherren berteman baik.
Pada suatu ketika, Karrin mulai merasa menyukai Riyu karena sebuah kocehan dari teman-temannya yang mengata-katain Karrin dan Riyu berjodoh. Rasa suka Karrin kepada Riyu ternyata di respond balik oleh Riyu yang ternyata juga menyukai Karrin, tetapi karena sifat Riyu yang sedikit pemalu, yang selalu mengurungkan niatnya untuk menyatakan perasaan kepada Karrin. Pertemanan Karrin, Sunny, Sherren, dan Riyu agak begitu lama, selama pula Riyu belum menyatakan perasaannya kepada Karrin. Tetapi demikian Riyu mulai menunjukan tanda-tanda respond bahwa ia juga menyukai Karrin, karena Riyu memberikan tanda-tanda respon kepada Karrin maka Karrin pun melakukan hal yang sama terhadap Riyu. Peristiwa itu berlangsung cukup lama, tetapi pada akhirnya ternyata Riyu sudah tidak mulai menyukai Karrin, perbalikan arah itu membuat Riyu menjauhi Karrin dengan ke tidak perlahan-lahan, Karrin yang merasakan hal perbalikan itu, tetapi dia tidak mementingkannya. Perlahan-lahan Karrin mulai tidak menyukai Riyu tapi bukan berarti rasa suka/cinta kepada Riyu hilang.
Suatu hari setelah lima belas hari terjadinya hal Riyu mulai menjauhi Karrin, Riyu menemui Karrin untuk di ajak berbicara dengannya. Karrin yang sedang makan di kantin bersama kedua temannya itu kaget dan kebingungan ketika Riyu mengatakan bahwa Karrin besok harus menemuinya di sebuah taman dekat sekolah mereka. Karrin yang merasa akan mendapatkan jawaban tentang masalah mengapa sampai Riyu menjahuinya merasa senang akan itu.
Saat kebesokan harinya, Karrin datang menemui Riyu di taman dekat sekolah mereka. Wajah Karrin yang semula senang ceria menjadi terdiam tampa dengan kata-kata, mata Karrin berkaca-kaca mendengar apa yang terjadi sesungguhnya yaitu Riyu sebenarnya mulai menyukai Sherren, tiba-tiba Riyu memeluknya dan mulai menangis, Karrin juga memeluk Riyu walau hanya sebentar, setelah Karrin melepas pelukannya terhadap Riyu, lalu mengatakan tak apa-apa dan berusaha menutupi kesedihannya dengan memberi support untuk Riyu “trima kasih Karrin kau mau mengerti aku, kau adalah temanku yang selalu mengerti aku… trima kasih my pretty angel” kata Riyu, Karrin jadi kebingungan dengan kata my pretty angel itu “maksudmu ?” kata Karrin kebingungan, lalu secara bersamaan Riyu menghapus air mata Karrin dan mengatakan “iya Karrin! Kaulah pretty angelku, kau baik dan selau mengertiku, walau aku tau kau sulit menerimanya” kata Riyu, “aku akan berusaha tegar untuk itu” kata Karrin dan mulai meneteskan air mata lalu Riyu mencoba menenangkan Karrin dan memeluknya lagi sebelum Karrin meninggalkan tempat itu.
Sehari sesudah pertemuan Riyu dan Karrin itu, ternyata sekolah Karrin libur empat hari karena ruangan kelas-kelasnya dipakai untuk ujian para calon PNS. Karrin dan kedua temannya berencana untuk pergi berkema di arena perkemahan yang ada di sebuah tempat wisata alam. Karrin menjemput kedua teman-temannya dan siap untuk pergi berkemah di wisata alam bernama “NATURAL” saat sampai di Natural, ketiga sahabat itu mulai membuat tenda untuk penginapannya, beberapa menit berlalu yang akhrinya tenda besar untuk mereka bertiga selesai juga, lalu mereka menata tenda itu untuk tempat tidur mereka, setelah itu mereka berjalan-jalan. Awalnya mereka bertiga bersama tetapi saat mereka ingin mengunjungi obyek wisata yang di sediakan di Natural berlainan akhirnya mereka berpisa dan akan berjanji ketika jam enam sore akan kembali ke tenda. Karrin memilih untuk melihat sebuah air terjun yang ada di natural tersebut, sedangkan Sheren memilih untuk melihat berbagai macam binatang di kebun binatang yang tersedia di obyek wisata alam Natural itu, dan sedangkan Sunny lebih memilih untuk melihat beberapa jenis tumbuhan. Saat berada di air terjun, Karrin bertemu dengan seseorang kakak menurutnya karena lebih tua dari dia dua tahun, yang tiba-tiba menegurnya “hai kau gadis kecil apa kau tak takut berada sendirian tampa yang ada menemani di sini” kata kakak itu “hei kakak, aku tidak takut kok… huh liat ini aku juga bisa karate” kata Karrin sambil menunjukan aksi karatenya “hiat!!!” kata Karrin tapi tiba-tiba karrin terpeleset dan akan jatuh, karrin mengira dia akan jatuh, dia telah bersiap-siap menutup matanya, tetapi saat tubuhnya akan terjatuh ada yang menangkapnya (seperti orang berdansa ceweknya dijatuhin dan ditahan sama cowoknya) “dasar hanya seperti itu saja sudah jatuh” kata kakak itu dan pergi , saat Karrin membuka matanya pikirnya kakak yang menegurnya itu, “kak Oyama…….?????” Kata Karrin kaget, ternyata kak oyama yang menolongnya. Kak oyama adalah kakak tingkatnya dia adalah seorang ketua osis yang ganteng nan pintar. “kamu tidak apa-apa kan ? kalau jalan hati-hati ya ?” kata kak Oyama. Karrin jadi deg-degan saat di tolong Oyama, dia tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang banyak saat berhadapan dengan Oyama dia hanya mengatakan ia dan pergi menjauh dari Oyama.
Karrin berjalan tak tentu arah saat ingin kembali ke tendanya. Dia sampai melupakan letak tendanya saat memikirkan yang kejadian tadi. Setelah berada jauh dari letak air terjun dia baru sadar akan kesesatannya saat mau pulang, Karrin yang panik kesana kesini berlari tak tentu arah, dia mengikuti banyak petunjuk tetapi tak ada satupun petunjuk yang membawanya di area perkemahan. Tetapi saat telah beberapa menit ia tersesat, tiba-tiba ia mendengar sebuah suara biola yang bermain indah “ah pasti ada orang yang memainkan biola” katanya yakin dan mencari asal musik biola. Setelah lama mengikuti suara music biola tersebut akhirnya dia kembali lagi ke air terjun yang tadi, nampak seseorang sedang berdiri di sebuah batu besar yang sedang memainkan biola. Karrin keasyikan mendengar suara music biola yang sangat merdu sampai akhirnya ia tidak sengaja menginjak sebuah ranting pohon yang membuat sang pemain biola memberhentikan permainannya dan berbalik arah kepada Karrin “hei kau Karrin sedang apa kamu disitu” kata sesorang yang memainkan biola yang ternyata adalah kakak misterius yang tadi, perlahan Karrin mendekati kakak itu “maaf aku tidak sengaja lewat disini, dan hei kak mengapa kakak mengetahui namaku?”kata Karrin “hmmm yang dari seseorang yang dekat denganku hei kau anak kecil sana pulang ke tendamu!” kata kakak misterius
“tidak akan! Aku tidak mau! Sebelum kakak menjawab pertanyaanku dan kakak ini siapa?” kata Karrin mengelak
“kau tidak perlu tau dan itu tidak penting dan satu lagi barusan kamu menanyakan namaku kan? Namaku Tatsuya! Sana pulang” kata kakak misterius yang ternyata bernama Tatsuya
“huft baiklah!” kata Karrin dan segera pulang karena dia telah mengingat dimana jalan pulang ke tendanya.
Belum terlalu lama Karrin meninggalkan Tatsuya yang ada di air terjun tiba-tiba ada seseorang yang menegurnya “hei mengapa kamu masih berjalan-jalan? Hari sudah hampir malam lho! Tak pantas seorang anak perempuan sepertimu waktunya jalan-jalan” kata seseorang itu yang ternyata Oyama
“huh kakak sendiri ya mengapa masih disini hah! Huft sudah aku mau pulang ya” kata Karrin tidak perduli, ketika ia berjalan tiba-tiba kaki Karrin terselundung batu dan keseleo “aduh!!!! Sakit” ringisnya, segera Oyama menolongnya “kamu tak apa-apa? Kakimu keseleo sini aku pijit” kata Oyama perhatian sambil memijit kaki Karrin “ trima kasih kak sudah menolongku ke dua kali, aku akan pergi tendaku dulu ” kata Karrin “ok baiklah hati-hatilah” kata Oyama. Belum lima langkah saat ingin menuju lokasi tendanya kakinya jadi sakit sekali dan Karrin terjatuh lagi “ADUH….!!!!!” Ringisnya lagi, Oyama yang melihat kejadian itu langsung kembali menolong Karrin dan mendukungnya sampai ke tendanya, di dalam perjalanan yang sudah lewat jam enam sore itu Karrin nampak memerhatikan wajah Oyama dengan tersenyum “lain kali hati-hati ya ? kamu adalah gadis yang sangat ceroboh stengah hari aku menolongmu sudah tiga kali” kata oyama, seketika Karrin kaget dan menjawab “hehehehe nggak tau nich aku kenapa ceroboh sekali… makasih juga ya kak udah nolongi aku tiga kali” kata Karrin, sesampai di letak tempat tendahnya Karrin di sambut kedua sahabatnya yang kelihatan panik “Karrin kami sudah mencarimu kemana-mana! Kamu dari mana saja” kata Sunny
“iya Karrin aku juga sudah mencarimu di kopor, di teko, tapi nggak ada! Di dalam tong sampah juga nggak ada!” kata Sherren yang mencoba membuat semuah orang ketawa
“hei Sherren kamu kira aku ini sampah ya ?? hahahahahaha” kata Karrin sambil menurunkan badannya dari dukungan Oyama “trima kasih kak” kata Karrin
“ya sama-sama lain kali hati-hati ya!” kata Oyama dan pergi menjauh
Sunny dan Sherren jadi heboh karena itu mereka bertanya-tanya kepada kepada Karrin tentang hal yang terjadi itu yang berakhir pada sebuah pertanyaan dari Karrin saat berada di tenda untuk bersiap-siap tidur “Sherren apa kamu mencintai Yuri ?” kata Karrin
“ah kamu ini!” kata Sherren
“tapi benarkan? Bilanglah aku tak akan memarahimu!” kata Karrin meyakinkan Sherren “baiklah aku mengaku benar aku memang menyukainya! Tetapi saat kamu dan dia sudah saling tidak merespond”kata Sherren yang tiba-tiba menangis “tak apa kok! Jujur aku katakan bahwa sesungguhnya dia juga menyukai kamu!” kata Karrin
“benarkah itu ? sungguh dari mana kau mengetahuinya?” kata Sherren
“aku diberi tahu olehnya! Jadi saat ia menyuruhku untuk menemuinya di taman dia, di saat itu lah dia mengatakan bahwa iya menyukaimu” kata Karrin
“oke oke eh Karrin kenapa kamu sampai didukung gitu ama kak Oyama?”kata Sunny
“aku keseleo kebetulan dia ada di dekatku jadinya ia menolongku” kata Karrin, dari perbincangan keseleo yang dimulai dari kata Sunny maka topic pembicaraannya jadi terbalik. Setela Karrin menceritakan semuanya, setelah itu mereka tidur ditenda mereka.
Minggu, 14 Februari 2010
Kamis, 04 Februari 2010
sinopsis tentang cerita"Prince for Karrin"
cerita "Prince for Karrin" ini dibuat olehku karena aku saat itu sangat rindu dengan yang namanya "boys before flowers" dari situ aku terinspirasi untuk membuat cerita "prince for karrin" tetapi yang anehnya jalan ceritanya itu sangat berbeda dengan "boys before flowers" hanya ada kesamaan dengan salah satu pemerannya yang juga pintar memainkan biola, dan juga salah satunya lagi pintar memainkan "piano" dari situ sudah tidak ada lagi yang sama. Nama-nama pemeran di cerita ini mirip dengan nama-nama orang asia, karena saat itu aku sangat fans sama "boys before flowers" jadinya namanya agak ke asia asia-an tetapi yang sebenarnya ceritanya dari Indonesia, ya mudah-mudahan no problem ya?.
cerita ini berawal dari seorang gadis remaja anak seorang pengusaha sukses yang bernama "Karrin" telah duduk dan masuh sekolah SMA suwasta yang bernama Swins Internasional School yang sering dikatakan "SIS" saat masuk kesekolah itu Karrin yang sebagai siswa baru di SIS bertemu dengan gadis sebayanya yang bernama "Sherren" dari Sherren Karrin diperkenalkan kepada Sunny teman Sherren. Sejak saat itu mereka bertiga menjadi akrab dan menjadi best friends.
ceritanya yang seru bermula dari mereka bertiga sudah duduk di kelas dua. Di kelas itulah mereka bertiga berteman dengan cowo bernama Riyu yang agak tertutup dengan wanita. Awalnya Riyu tertutup dengan Karrin, Sherre, dan Sunny tetapi karena usaha Karrin untuk mengenali Riyu akhirnya mereka menjadi akrab. awalnya Riyu dan Karrin sempat dikabar-kabarkan dekat tetapi sebenarnya ternyata sangat terbalik jadinya (riyu akhirnya lebih memilih Sherren) saat baru sehari di kelas dau SIS meliburkan siswanya selama empat hari, Karrin dan kedua temannya berencana untuk berkemah di wisata alam "natural"nah saat berwisata itu Karrin dan kedua kawannya bertemu dengan Oyama ketua OSIS di SIS dan Tatsuya yaitu kakak Oyama. Ternyata dari situ Oyama dan Tatsuya menyukai Karrin tetapi semuanya berakhir baik bagi oyama dimana saat liburan semester kuliah Karrin berakhir dan ia bertemu Oyama kembali... mau tau ceritanya lebih lengkap? nanti bisa baca di entri yang selanjutnya
cerita ini berawal dari seorang gadis remaja anak seorang pengusaha sukses yang bernama "Karrin" telah duduk dan masuh sekolah SMA suwasta yang bernama Swins Internasional School yang sering dikatakan "SIS" saat masuk kesekolah itu Karrin yang sebagai siswa baru di SIS bertemu dengan gadis sebayanya yang bernama "Sherren" dari Sherren Karrin diperkenalkan kepada Sunny teman Sherren. Sejak saat itu mereka bertiga menjadi akrab dan menjadi best friends.
ceritanya yang seru bermula dari mereka bertiga sudah duduk di kelas dua. Di kelas itulah mereka bertiga berteman dengan cowo bernama Riyu yang agak tertutup dengan wanita. Awalnya Riyu tertutup dengan Karrin, Sherre, dan Sunny tetapi karena usaha Karrin untuk mengenali Riyu akhirnya mereka menjadi akrab. awalnya Riyu dan Karrin sempat dikabar-kabarkan dekat tetapi sebenarnya ternyata sangat terbalik jadinya (riyu akhirnya lebih memilih Sherren) saat baru sehari di kelas dau SIS meliburkan siswanya selama empat hari, Karrin dan kedua temannya berencana untuk berkemah di wisata alam "natural"nah saat berwisata itu Karrin dan kedua kawannya bertemu dengan Oyama ketua OSIS di SIS dan Tatsuya yaitu kakak Oyama. Ternyata dari situ Oyama dan Tatsuya menyukai Karrin tetapi semuanya berakhir baik bagi oyama dimana saat liburan semester kuliah Karrin berakhir dan ia bertemu Oyama kembali... mau tau ceritanya lebih lengkap? nanti bisa baca di entri yang selanjutnya
maaf dan pengumuman
Pengumuman
teman-teman semua yang baca blog punyaku ini aku minta maaf kalau aku sudah lama tidak blog ini dan baru sekarang baru buka. semua itu terjadi karena aku punya banyak halangan untuk membuka blog ini. Teman-teman jangan bersedih yach karena itu? maaf aku telah mengingkari janjiku tapi bukan begitu cuma memang ada halangan maaf sekali.
Teman-teman mungkin aku harus mengubah lagi visi blog punyaku ini jadi maaaf. Semua itu terjadi karena ada halangan untuk membuka blog ini, diantaranya perubahan blog ini sebagai berikut :
1. blog kamilah hanya memberikan cerita yang terbatas atau lebih sesuka yang membuatnya
2. walau jarang memberikan pengetauan tak apa-apa mudah-mudahan selalu memberikan pengetahuan
3. tentang gosip di coret dan tips juga dicoret mungkin akan agak muncul tetapi mungkin juga tidak
itulah yang telah berubah jadinnya maaf sekali dan ada satu tambahan lagi blog kamilah akan memuat cerita yang berjudul "prince for Karrin" dan lebih lengkapnya nanti baca sendiri di entri berikutnya tentang cerita "prince for Karrin".
trima kasih semua semoga ditrima
teman-teman semua yang baca blog punyaku ini aku minta maaf kalau aku sudah lama tidak blog ini dan baru sekarang baru buka. semua itu terjadi karena aku punya banyak halangan untuk membuka blog ini. Teman-teman jangan bersedih yach karena itu? maaf aku telah mengingkari janjiku tapi bukan begitu cuma memang ada halangan maaf sekali.
Teman-teman mungkin aku harus mengubah lagi visi blog punyaku ini jadi maaaf. Semua itu terjadi karena ada halangan untuk membuka blog ini, diantaranya perubahan blog ini sebagai berikut :
1. blog kamilah hanya memberikan cerita yang terbatas atau lebih sesuka yang membuatnya
2. walau jarang memberikan pengetauan tak apa-apa mudah-mudahan selalu memberikan pengetahuan
3. tentang gosip di coret dan tips juga dicoret mungkin akan agak muncul tetapi mungkin juga tidak
itulah yang telah berubah jadinnya maaf sekali dan ada satu tambahan lagi blog kamilah akan memuat cerita yang berjudul "prince for Karrin" dan lebih lengkapnya nanti baca sendiri di entri berikutnya tentang cerita "prince for Karrin".
trima kasih semua semoga ditrima
Sabtu, 02 Januari 2010
flinggo burungku sudah tau joget
teman-teman aku mau cerita tentang burung yang dipelihari dirumahku. Namanya Flinggo dia sebenarnya bukan burung punyaku tapi burung punya adikku. Burung itu dihadiakan oleh ayah kak ida (kakak yang mengasuhku) untuknya. Adikku sangat senang memeliharnya tetapi perlahan-lahan dia sudah malas untuk memberi makan karena aku dan adikku sibuk. suatu pagi dihari minggu. semua orang dirumahku termasuk aku beraktifitas dihari itu. Aku mencuci baju dan tas sekolahku, kakakku Dita sedang masak dengan kakakku fera, sedangkan adikku hanya menonton. saat kakak fera menspul pakaiannya dan kak dita melihat-lihat kami berdua berkerja (saat itu kak dita menunggu masakan kalau sudah masak). saat itu kak Dita memerhatikan flinggo didalam sangkarnya. pertama tidak punya maksud untuk mensiul dan membuat flinggo jadi joget, itu hanya sekedar isengnya untuk bersiul didekat flinggo. Tetapi tidak terlalu lama mulainya kak Dita beriul tiba-tiba flinggo jadi joget-joget, kak fera dan aku yang memerhatikan hal itu jadi ketawa terus karena lucu melihat flinggo joget. sudah lama flinggo joget dengan menaik turunkan kepalanya. Timbul rasa niatku untuk merekam aksi flinggo itu. Tetapi karena aku malas pergi ke atas kamarku (rumahku bertingkat) aku mengurungkan niatku. Untung kak fera mempunya maksud yang sama denganku dia langsung mergi ke atas untuk mengambil ponselku. aku tak tau yang terjadi ternyata adikku ikut turun dan juga ikut ketewa melihat aksi flinggo yang sangat lucu. kak fera mulai mensyoting flinggo. sayangnya flinggo sudah tidak joget lagi. Untung kak Dita memancing-mancing flinggo untuk joget lagi dan berhasil! walau sempat susah untuk dipancing joget akhirnya Flinggo joget lagi dech senangnya dan semuanya jadi ketawa karena merasa lucu ^_^
itu adalah vidionya lucukan hehehehehe menurutku lucu tapi bagaimana dengan pendapatmu...?????? hehehehehehehehe
itu adalah vidionya lucukan hehehehehe menurutku lucu tapi bagaimana dengan pendapatmu...?????? hehehehehehehehe
pengetahuan skolah "jenis-jenis termometer"
Termometer air raksa dalam gelas adalah termometer yang dibuat dari air raksa yang ditempatkan pada suatu tabung kaca. Tanda yang dikalibrasi pada tabung membuat temperatur dapat dibaca sesuai panjang air raksa di dalam gelas, bervariasi sesuai suhu. Untuk meningkatkan ketelitian, biasanya ada bohlam air raksa pada ujung termometer yang berisi sebagian besar air raksa; pemuaian dan penyempitan volume air raksa kemudian dilanjutkan ke bagian tabung yang lebih sempit. Ruangan di antara air raksa dapat diisi atau dibiarkan kosong.
Sebagai pengganti air raksa, beberapa termometer keluarga mengandung alkohol dengan tambahan pewarna merah. Termometer ini lebih aman dan mudah untuk dibaca.
Jenis khusus termometer air raksa, disebut termometer maksimun, bekerja dengan adanya katup pada leher tabung dekat bohlam. Saat suhu naik, air raksa didorong ke atas melalui katup oleh gaya pemuaian. Saat suhu turun air raksa tertahan pada katup dan tidak dapat kembali ke bohlam membuat air raksa tetap di dalam tabung. Pembaca kemudian dapat membaca temperatur maksimun selama waktu yang telah ditentukan. Untuk mengembalikan fungsinya, termometer harus diayunkan dengan keras. Termometer ini mirip desain termometer medis.
termokopel adalah sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase). Termokopel yang sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor standar yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 °C.
Termistor adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan).
Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor #2.021.491. Ada dua macam termistor secara umum: Posistor atau PTC (Positive Temperature Coefficient), dan NTC (Negative Temperature Coefficien). Nilai tahanan pada PTC akan naik jika suhunya naik, sementara NTC justru kebalikannya.
Termometer Bimetal Mekanik adalah sebuah termometer yang terbuat dari dau buah kepingan logam yang memiliki koefisien muai berbeda yang dikeling (dipelat) menjadi satu. Kata bimetal sendiri memiliki arti yaitu bi berarti dua sedangkan kata metal berarti logam, sehingga bimetal berarti "dua logam".Selain digunakan sebagai termometer, keping bimetal juga digunakan pada lampu sein mobil, termostat, setrika, dll.
Termometer Infra Merah menawarkan kemampuan untuk mendeteksi temperatur secara optik – selama objek diamati, radiasi energi sinar infra merah diukur, dan disajikan sebagai suhu. Mereka menawarkan metode pengukuran suhu yang cepat dan akurat dengan objek dari kejauhan dan tanpa disentuh – situasi ideal dimana objek bergerak cepat, jauh letaknya, sangat panas, berada di lingkungan yang bahaya, dan/atau adanya kebutuhan menghindari kontaminasi objek (seperti makanan/alat medis/obat-obatan/produk atau test, dll.). Produk pengukur suhu infra merah tersedia di pasaran, Mulai dari yang fleksibel hingga fungsi-fungsi khusus/Termometer standar (seperti gambar), hingga sistem pembaca yang lebih komplek dan kamera pencitraan panas. Ini adalah citra/gambar dari termometer infra merah khusus industri yang digunakan memonitor suhu material cair untuk tujuan quality control pada proses manufaktur.
Termometers Infra Merah mengukur suhu menggunakan radiasi kotak hitam (biasanya infra merah) yang dipancarkan objek. Kadang disebut termometer laser jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan pengukuran, atau termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah energi infra merah yang dipancarkan oleh objek dan emisi nya, Temperatur objek dapat dibedakan.
Desain utama terdiri dari lensa pemfokus energi infra merah pada detektor, yang mengubah energi menjadi sinyal elektrik yang bisa ditunjukkan dalam unit temperatur setelah disesuaikan dengan variasi temperatur lingkungan. Konfigurasi fasilitas pengukur suhu ini bekerja dari jarak jauh tanpa menyentuh objek. Dengan demikian, termometer infra merah berguna mengukur suhu pada keadaan dimana termokopel atau sensor tipe lainnya tidak dapat digunakan atau tidak menghasilkan suhu yang akurat untuk beberapa keperluan.
Sebagai pengganti air raksa, beberapa termometer keluarga mengandung alkohol dengan tambahan pewarna merah. Termometer ini lebih aman dan mudah untuk dibaca.
Jenis khusus termometer air raksa, disebut termometer maksimun, bekerja dengan adanya katup pada leher tabung dekat bohlam. Saat suhu naik, air raksa didorong ke atas melalui katup oleh gaya pemuaian. Saat suhu turun air raksa tertahan pada katup dan tidak dapat kembali ke bohlam membuat air raksa tetap di dalam tabung. Pembaca kemudian dapat membaca temperatur maksimun selama waktu yang telah ditentukan. Untuk mengembalikan fungsinya, termometer harus diayunkan dengan keras. Termometer ini mirip desain termometer medis.
termokopel adalah sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase). Termokopel yang sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor standar yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 °C.
Termistor adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan).
Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor #2.021.491. Ada dua macam termistor secara umum: Posistor atau PTC (Positive Temperature Coefficient), dan NTC (Negative Temperature Coefficien). Nilai tahanan pada PTC akan naik jika suhunya naik, sementara NTC justru kebalikannya.
Termometer Bimetal Mekanik adalah sebuah termometer yang terbuat dari dau buah kepingan logam yang memiliki koefisien muai berbeda yang dikeling (dipelat) menjadi satu. Kata bimetal sendiri memiliki arti yaitu bi berarti dua sedangkan kata metal berarti logam, sehingga bimetal berarti "dua logam".Selain digunakan sebagai termometer, keping bimetal juga digunakan pada lampu sein mobil, termostat, setrika, dll.
Termometer Infra Merah menawarkan kemampuan untuk mendeteksi temperatur secara optik – selama objek diamati, radiasi energi sinar infra merah diukur, dan disajikan sebagai suhu. Mereka menawarkan metode pengukuran suhu yang cepat dan akurat dengan objek dari kejauhan dan tanpa disentuh – situasi ideal dimana objek bergerak cepat, jauh letaknya, sangat panas, berada di lingkungan yang bahaya, dan/atau adanya kebutuhan menghindari kontaminasi objek (seperti makanan/alat medis/obat-obatan/produk atau test, dll.). Produk pengukur suhu infra merah tersedia di pasaran, Mulai dari yang fleksibel hingga fungsi-fungsi khusus/Termometer standar (seperti gambar), hingga sistem pembaca yang lebih komplek dan kamera pencitraan panas. Ini adalah citra/gambar dari termometer infra merah khusus industri yang digunakan memonitor suhu material cair untuk tujuan quality control pada proses manufaktur.
Termometers Infra Merah mengukur suhu menggunakan radiasi kotak hitam (biasanya infra merah) yang dipancarkan objek. Kadang disebut termometer laser jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan pengukuran, atau termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah energi infra merah yang dipancarkan oleh objek dan emisi nya, Temperatur objek dapat dibedakan.
Desain utama terdiri dari lensa pemfokus energi infra merah pada detektor, yang mengubah energi menjadi sinyal elektrik yang bisa ditunjukkan dalam unit temperatur setelah disesuaikan dengan variasi temperatur lingkungan. Konfigurasi fasilitas pengukur suhu ini bekerja dari jarak jauh tanpa menyentuh objek. Dengan demikian, termometer infra merah berguna mengukur suhu pada keadaan dimana termokopel atau sensor tipe lainnya tidak dapat digunakan atau tidak menghasilkan suhu yang akurat untuk beberapa keperluan.
story "Glaressia fairy"
ciptaan oleh : Kamilah Gunawan
Disebuah negeri Peri. Hiduplah seorang peri kecil yang mau menginjak remaja. Namanya Glaressia. Glaressia adalah peri yang usil, keras kepala, dan agak ceroboh. Tetapi walau dia begitu tetapi dia setia kawan dan tentunya dia adalah seorang peri yang cantik jelita walaupun dia tak pernah menganggap dia itu cantik. Glaressia itu peri yang lincah dan agak tomboy.
Pada suatu hari lima hari sebelum Glaressia akan menjadi remaja umur yang ke 15 tahun. Glaressia sedang bermain menari dan sedikit usil dengan binatang yang menyerupai kelinci dan bahkan sama tetapi di negeri peri dia di sebut Clulucu, walau bedanya mereka memiliki sepasang sayap. “ Glaressia! Kamu nggak boleh usillin para Clulucu! Nanti mereka akan stress nantinya!” tegur Minda teman baik Glaressia “ah nona Minda aku hanya main-main kok!” kata Glaressia dan melanjutkan untuk mengusili para Clulucu “huh! Glaressia kamu itu kok dibilangin kok kayak gitu? Kasian Si! Kamu kan lima hari lagi akan menjadi remaja jadi nggak usah kayak gitu dech!” kata Minda melarang “ah biarin! Apa enaknya jadi remaja sepertimu? Kerjanya pun tambah berat! Disuruh ini lah itu lah! Kalau sedang ini nggak bole ini lah nggak boleh itulah! Udah nggak bisa main-main ini main itu! Cape dech! Jadinya!” kata Glaressia membantah “huh terserah kamu aja dech!” kata Minda kesal dan pergi meninggalkan Glaressia dengan terbang menjauh!. “huh Minda! Gara-gara jadi remaja tuh pikirannya ketuaan!” kata Glaressia pergi pulang ke rumahnya.
Suatu hari ketika sehari sebelum Glaressia menjadi remaja, Minda sedang duduk santai di kelopak bunga di dunia manusia. “wah indah sekali taman ini! Penuh bunga dan hewan-hewan kecil yang hampir sama seperti di duniaku! Ada seorang bayi yang imut ditimang ibunya! Sepasang kekasih yang sedang bermesraan wah seperti banyak sekali kebahagiaan disini!” kata Minda. Sesaat dia berbicara lagi didalam hatinya setelah mengingat ingat peristiwa tiga hari yang lalu “huh kenapa yach Glaressia itu nggak terlalu suka menjadi remaja? Padahal peri kecil sepertinya itu ingin sekali cepat-cepat remaja! Padahal apa buruknya? Di suruh ini itu kan itu berarti kita diberi kepercayaan! Nggak boleh begini saat sedang begini itu berarti kita mulai belajar untuk kedepan! Lagi pula enak jadi remaja sepasang sayap yang dulunya kaku dan tak bisa digunakan dapat digunakan sekarang! Bisa terbang tinggi masuk keluar masuk antar dunia! Pokoknya senang! Huh bodonya dia!” kata Minda. Disaat Minda sedang melamun memikirkan hal itu tiba-tiba ada yang mengagetkannya dari belakang
"DOORRR!!!!!!” kata suara itu, seketika Minda kaget dan menghadap ke belakang
“hah! Gla Gla Glaressia? Ka ka kamu kok ada di sini?” kata Minda terkejut saat melihat ada Glaressia
“hahahahaha kaget yach? Hahahaha oh yach aku berani kan ke dunia ini! Hahahahaha aku hebat kan?” kata Glaressia
“Glaressia! Kamu nggak boleh ke sini! Karena peri yang dibawa umur 15 tahun itu nggak boleh pergi kedunia lain! Dan kamu itu baru 14 tahun Glaressia! Kamu boleh kesini besok atau lusa! Lagian nanti kamu ditangkap soalnya bau khas peri umu dibawa 15 tahun itu sungguh khas dan dapat di ketahui oleh manusia yang selalu mengincar peri!” kata Minda menjelaskan “aku kan bisa lari!” bantah Glaressia
“huh kamu dibilangin! Sayapmu belum bisa ke pake Glar! Lalu kenapa kamu bisa kesini hah?” kata Minda lagi
“ya aku menyelinaplah! Hahaha aku hebatkan?” kata Glaressia bangga
“pulaaaaaaaaaaanngggg Gla besok hari ultamu dan besok kamu akan jadi remaja Gla” kata Minda melarang
“ah biarin aku nggak mau! Kamu saja yang pulang!” kata Glaressia
“huh memang aku mau pulang kok! Kalau kamu nggak mau ikut yaudah nggak apa-apa tapi kamu harus janji! Kamu akan pulang secepatnya dan harus berhati-hati!” saran Minda
“siap bos!” kata Glaressia.
Setelah Minda pulang. Glaressia tampak bersemangat untuk melihat-lihat dunia manusia. Kesana kemari dia melangkah dan juga dia selalu menyelip-nyelip di kantung atau di tas orang lain. Hari sudah hampir sore, saat Glaressia sedang tergesah-gesah lari untuk melihat burung yang terbang tiba-tiba dia jatuh kesebuah lubang yang menurut para peri lubang dimana ada beberapa sekelompok peri tinggal disitu, disitu juga adala tempat rahasia untuk pergi ke dunia peri yang lain. Glaressia amat takut, tetapi dia berjalan dengan was-was sedikit dia berbalik arah untuk melihat apakah ada peri jahat yang mengikutinya. Saat diperjalan yang sangat menyeramkan itu Glaressia sempat bertemu dengan seorang bapak peri yang tinggal di jalan penghubung itu, Glaressia sempat bertanya kepada bapak peri itu tentang jalan ini
“hai tuan! Apakah kau bisa menolongku?” kata Glaressia
“ya! Tetapi apa yang aku bisa bantu?” kata bapak itu
“apakah kau tempat ini atau jalan ini dapat membawaku ke suatu tempat?” katan Glaressia
“ya nona! Jalan ini akan membawamu ke sebuah negeri peri yaitu negeri peri Thinksing missing tetapi anda akan memerlukan waktu yang cukup lama! Oh ya siapa namamu nona?” kata bapak peri itu lagi
“oh terimah kasih tuan! Nama saya Glaressia! Saya dari negeri Fairy fantasy” kata Glaressia
“oh nona dari sana yach! Oh nama saya tuan Blum-blum! Oh ya nona waktu di tempat ini dan di negeri Thinksing Missing berbeda dengan negerimu nona! Jika di negerimu telah sejam dinegeri ini sudah satu hari! Kata bapak itu yang bernama Blum-blum
“oh terimah kasih tuan Blum-blum! Apakah aku dapat mencapai sehari untuk kesana?” kata Glaressia lagi
“ya nona tetapi anda membutuhkan waktu lima jam!” kata bpk Blum-blum
“oh ya? Pasti aku akan sampai disana pada malam hari!” kata Glaressia
“tentu nona! Tetapi lebih baik anda akan aku temani sampai kesana saja” kata tuan Blum-blum
“ya terimah kasih tuan Blum-blum” kata Glaressia
Dan keduanya melanjutkan perjalanan
Ketika sudah lama berjalan ternyata tuan Blum-blum mendapat halangan untuk menemani Glaressia ke negeri peri itu dan akhirnya tuan Blum-blum minta maaf dan segera kembali ke rumahnya. Akhirnya Glaressia melanjutkan perjalanannya itu.
Saat berjalan lagi selama sejam Glaressia bertemu dengan seorang peri laki-laki yang sedang memainkan gitar. Saat Glaressia lewat dihadapanya anak lelaki yang sebaya dengannya menegurnya
“hai nona! Pasti kamu akan ke negeri Thinksing Missing bukan?” kata lelaki
“ya benar! Kenapa?” kata Glaressia
“hati-hatilah nona!” kata lelaki itu
“ya tentu! Tetapi ada bahaya apa” kata Glaressia
“kau akan harus melewati danau yang dipenuhi dengan buaya” kata lelaki itu
“oh ya! Aku pasti berhati-hati” kata Glaressia lagi
“apa kau tak takut nona? Dan hey siapa namamu nona?” kata lelaki itu lagi
“tentu saja tidak sedangkan aku tidur di kandang singa aku takut mau hanya buaya! Oh ya namaku Glaressia” kata glaressia
“oh baiklah nona! Nama anda indah sekali kalau begitu pergilah” kata lelaki misterius itu
Segera Glaressia pergi melanjutkan perjalanannya lagi. Ia menelusuri banyaka tempat setiap tempat yang dia lewatkan semua peri yg menegurnya pasti mengatakan berhati-hati untuk melewati danau itu. Tiba saat Glaressia melewati danau itu. Rasa takutnya yang dulu tak pernah ada tiba-tiba muncul begitu saja “oh yaampun kok aku takut begini yach? Padahal aku nggak pernah takut! Huh pasti gara-gara banyak peri yang selalu mengatakan bahwa di danau ini banyak buaya pasti berbohong! Huh walau itu benar aku tak akan pernah akan takut tak pernah akan!” katanya yakin. Selangkah kakinya akan menyentuh air danau itu dan ternyata benar yang dikatakan peri-peri muncullah banyak ekor buayah yang naik ke permukaan dan akan coba untuk memakannya. Glaressia menagis ketakutan saat buaya itu makin dekat dengannya. Glaressia lalu memejamkan matanya saat buaya itu telah dekat dengannya hanya ukuran stenga meter “tamatlah riwayatku” katanya sambil memejampakan matanya. “srwings” tiba-tiba bunyi pedang terdenga, saat Glaressia membuka matanya dilihatnya didepannya seorang pemuda seusianya yang pernah bertemunya dihadapannya lalu pemuda itu pun mengatakan “sudahku bilang kan?” kata pemuda itu
“ya benar tapi aku ingin sekali kesana!” kata Glaressia
“baiklah nona sini kuantar kau smpai ke negeri yang cahaya lampunya telah kelihatan itu” kata pemuda itu
“baiklah trimah kasih! Atas tawarannya! Agar aku aman” kata Glaressia
Selama diperjalanan pemuda itu hanya diam sampai akhirnya Glaressia benci karena sangat sepi “eh kamu itu namanya siapa sich? Kamu saat kita bertemu kamu menanyakan namaku tetapi kau tak memberitahukan namamu!” kata Glaressia agak cenderung seperti orang yang agak masa bodoh
“apakah jikaku tanyakan siapa namamu akan ku beri tahu lagi namaku nona?”kata pemuda yang misterius
“eeemmmm ya nggak juga! Tapi….” Kata Glaressia
“oh ya itu dia kita telah masuk di negeri ini!” kata pemuda itu
“oh iya trima……….” Baru Glaressia akan mengatakan ucapan trima kasih ternyata pemuda itu telah pergi naik sebuah kendaraan yang peri khas negeri itu
“dasar lelaki yang aneh” kata Glaressia. Glaressia pun lari riang untuk jalan-jalan di negeri itu. Selama ia berjalan banyak sekali yang dia temukan di negeri itu apalagi Glaressia sering tertawa jika melihat burung suratnya yang sering bertabrakan “hahaha lucu sekali” katanya
Pada suatu hari saat sudah dua hari Glaressia di negeri Thinksing Missing. Ada sebuah festifal di negeri peri itu. Festifal musiklah itu. Music memang sebagai kebanggaan negeri itu apalagi pentas menyanyi atau vocal grup. Selama di festifal itu Glaressia ditemani seorang anak lugu semumuran dengannya dia bernama peri Ginger. Ginger itu lugu tetapi pintar, dia selalu menemani Glaressia dan mengajarkan tata bicara di negrinya ini. Glaressia dan Ginger berjalan-jalan sambil memakan manisan yang mereka beli. Ketika saat sedang asyik berjalan tiba-tiba ginger berhenti dan terdiam melihat sebuah kereta megah akan lewat didekat trotowar yang dekat mereka “Glaressia itu ……. Ayo kita kesana” ajak Ginger sambil menarik tangan Glaressia
“hah! Ooooh iya” kata Glaressia
“Glaressia kereta yang megah itu didalamnya ada pangera Lucky! Mereka berdua itu adalah putra dari ratu peri di negri ini” jelas Ginger sambil menunjuk kereta megah itu
“oh ya eeh lihat pangerannya membuka pintu kereta kuda yang depan dan melambaikan tangan ayo Glaressia kita lambaikan tangan juga!” kata Ginger lagi. Saat pangeran itu membuka Glaressia jadi bengong saat melihat wajah pangeran Lucky yang pernah ia lihat sebelumnya “pemuda misterius yang menolongku namanya Lucky dan ia seorang Pangeran?” kata Glaressia dalam hatinya
“ooh iya iya HEY kau pangeran! Kau kan yang menolongku itu” teriak Glaressia
Karena teriakan itu semua peri menatap wajahnya dengan aneh “astaga Glaressia!” kata Ginger
Pangeran itu melihat wajah Glaressia lalu tersenyum manis simple seperti saat ia memberi senyuman setelah membuat buaya yang menyeramkan itu mati. Ketika saat kereta pangeran lucky tepat berada di hadapannya lalu kereta itu berhenti dan pangeran Lucky turun dari kereta
“hai nona apa kau tak salah?” kata pangeran Lucky
“huh! Hei tuan maaf ku kira engkau yang menolongku” kata Glaressia
“jika aku yang menolongmu bagaimana?” kata pangeran Lucky
“ooh berarti aku punya hutang kepadamu untuk mengatakan makasih atas pertolongannya!” kata Glaressia
“anak sombong” kata pangeran Lucky
Pada suatu malam di negeri Fairy fantasy. “Oh anakku kok kamu belum pulang-pulang juga?” kata ibu dari Glaressia menangis
“sabar ya bu! Pak” kata Minda
“iya tapi dia ada dimana sekarang?” kata ayah Glaressia
“entah aku tak tau! Tetapi dia berjanji aku pulang bu”kata Minda lagi
“kamu ketemu dia dimana Minda?” kata ibu Glaressia
“ibu dan ayah Glaressia saat itu begini” kata Minda mengawali ceritnya. Ia bercerita apa adanya setelah ia bercerita ibu Glaressia jadi sedih dan menangis
“oh bagaimana ini pak? Besok pasti tidak akan mungkin mak nggak akan mungkin hiks hiks hiks” kata ibu Glaressia sambil menagis
“pasti anak itu kesepian atau dia mendapati sebuah lubang dan……..” kata ayah Glaressia
“kenapa?” kata Minda ingin tau
“dan dia akan ke negeri peri Thinksing Missing atau diperjalanan dia akan dimakan oleh buaya ganas” kata aya Glaressia hampir menangis
“nggak mungkin itu tuan nggak mungkin hiks hiks! Yasuda saya pulang dulu ya tuan!” kata Minda
“pergola nanti besok kita akan mencari Glaressia tentang kabarnya disana” teriak ayah Glaressia
Sementara itu di negeri Thinksing Missing. Glaressia dan Ginger diajak pangerang Lucky ke istannya yang megah. Ternyata kehadiran Glaressia dan Ginger sangat tidak diinginkan oleh ibu dan tunangan pangeran Lucky.
“huh buat apa Lucky harus membawa dua peri itu nyonya Willy?” kata calon tunangan pangeran Lucky
“saya juga tidak tau nona Miranda!” kata ibu pangeran Lucky
“aku tak suka mereka ada di sini!” kata calon tunangan pangeran Lucky yaitu Miranda
“aku juga tidak suka nona! Bagaimana kalau kita buat rencana?” kata ibu pangeran Lucky
“oke lah apa rencananya?” kata Miranda
“sini biarku bisikan” kata ibu pangeran Lucky
“rencana yang bagus calon mertuaku!” kata Miranda
“ya tentu hahahahahahaha” kata ibu pangeran Lucky
Glaressia melihat kamarnya di istana yang sangat megah dan sangat kagum sekali, gingerpun begitu. Tetapi saat setelah bermain dan berdansa dengan pangeran Lucky, Glaressia merasa rindu dengan keluarganya.
“aku ingat dengan orang tuaku Ginger! Aku ingin pulang ke negeriku!” kata Glaressia pada satu malam
“aku merasakannya Glaressia!” kata Ginger mengerti
“kita harus pergi dari sini Ginger! Nanti aku bawa engkau ke negriku!” kata Glaressia
“ya benar tetapi lebih baik besok malam saja! Karna nanti tidak enak jika kita itu seperti ini” kata Ginger member saran
“yach! Benar itu ayo kita tidur sudah malam” ajak Glaressia
“Ayok” kata Ginger. Lalu kedua peri itu tidur bersama-sama. Pagi harinya mereka bangun dan mandi lalu menggunakan gaun yang sangat indah. Glaressia sangat diperhatikan oleh pangeran Lucky sampai-sampai pangeran Lucky tak merasa bahwa dia memiliki seorang calon tunangannya nanti. Terlihat saat Glaressia dan Lucky berdansa Miranda menampakan wajah yang ceburu, tetapi seketika Miranda pergi dari tempat duduknya dan menjauh dari dansa itu dia juga memanggil ratu Willy. Ternyata Miranda dan Ratu Willy akan membuat rencana jahat mereka.
Pada malam harinya mereka beraksi. Agar tak ketahuan mereka menyuru seseorang untuk menculik Glaressia yang sedang tidur (saat itu Ginger tak tidur bersama Glaressia) dan membawa Glaressia ke seorang peri raksasa jahat yang mengurung Glaressia di sebuah botol besar, untuk pengurung peri.
Sinar matahari membuat mata Glaressia untuk terbuka. Glaressia jadi takut dan sedih ketika dia berada di dalam botol. Glaressia menangis terseduh-seduh dan mencoba untuk terbang agar dapat keluar dari botol itu, tapi tak bisa Karena sayapnya masi kaku dan tak bisa untuk terbang. Tiba-tiba ia terdiam saat melihat seorang peri raksasa memarahinya “hey kau jangan kau rebut heh nanti kujadikan engkau makan siangku! Jadi diamlah agar aku bisa memakanmu besok!” kata raksasa gendut itu. Medengar kata raksasa itu Glaressia hanya pasra.
Sedangkan saat di istana. “mana Glaressia? Ginger mana Glaressia?” kata pangeran Lucky
“aku tidk tau!”kata Ginger. Mencoba tidak mengetahui keberadaan Glaressia.
Pada malamnya tiba-tiba ada tamu tiga orang peri dua orang suami istri dan satu masi remaja
“saya adalah ayahnya Glaressia! Tolong apakah tuan tau dimana Glaressia?” kata aya Glaressia saat di ruang tamu
“ya aku tau dia! Dia anak yang baik walau kadang keras kepala. Tapi sayangnya dia menghilang semalam! Temannya pun tak tau keberadaannya”jelas pangeran Lucky
“lebih baik pangeran mereka bermalam saja disini” kata Ginger
“eh kamu itu jangan kayak tuan putrid disini ya Ginger!” kata Miranda membantah
“maaf saya hanya usu” kata Ginger dengan raut wajah yang memaksa
“baiklah” kata pangeran Lucky setuju untuk keluarga Glaressia menginap di istananya
Pada tengah malamnya saat semua orang tertidur lelap. Ginger menyelinap ke kamar pangeran Lucky lalu dia membangunkan pangeran Lucky yang semula tertidur. Dia mengajak pangeran Lucky untuk mengikutinya diam-diam, ginger junga mengajak Minda, dan orang tua Glaressia. Semua peri itu terbang mengikuti apa yang Ginger arahkan. Setelah terbang dengan cukup lama akhirnya mereka sampai ke sebuah rumah yang sangat besar terlihat ada raksasa yang tertidur pulas. Akhirnya mereka masuk kedalam ruma raksasa itu. Setelah melangka ke beberapa ruangan terlihatlah seorang peri di botol ternyata peri itu adalah Glaressia, pangeran Lucky terkejut dan langsung terbang ke botol itu dia lalu menyulap agar Glaressia keluar dari botol itu. Dengan hati-hati Glaressia keluar dan melarikan diri. Tetapi sebelum mereka lari pangeran Lucky membangunkan raksasa itu dan menyulap raksasa itu agar mau diperintahinya. Akhirnya raksasa mengikuti perjalanan mereka sampai ke istana. Tiba-tiba Ratu dan Putri kaget melihat raksasa itu datang dan mengambil keduanya dengan tangannya dan membawanya pergi.
Sehari sesudah kejadian itu Glaressia, minda, dan kedua orang tua Glaressia mohon pamit pulang. Sedangkan Ginger memilih tinggal di istana dan di angkat sebagai adik pangeran Lucky. Sebelum pamit Glaressia memberikan amplop undangan kepada pangeran Lucky dan Ginger untuk datang ke acara ulang tahunnya.
Setelah sampai di negeri Fairy fantasy. Semua para peri telah senang Glaressia diketemukan kembali. Dan pada saat ulang tahunnya dimana Glaressia diberika mahkota sebagai tanda dia telah remaja. Glaressia sangat senang apalagi senangnya bertambah saat ia melihat pangeran Lucky dan Ginger datang ke ultanya yang ke 15.
Suasana pesta Glaressia jadi meria ketika saat dansa dimulai Glaressia berdansa dengan pangeran Lucky, dia ingat saat pertama kali berdansa dengan pangeran lucky.
Disebuah negeri Peri. Hiduplah seorang peri kecil yang mau menginjak remaja. Namanya Glaressia. Glaressia adalah peri yang usil, keras kepala, dan agak ceroboh. Tetapi walau dia begitu tetapi dia setia kawan dan tentunya dia adalah seorang peri yang cantik jelita walaupun dia tak pernah menganggap dia itu cantik. Glaressia itu peri yang lincah dan agak tomboy.
Pada suatu hari lima hari sebelum Glaressia akan menjadi remaja umur yang ke 15 tahun. Glaressia sedang bermain menari dan sedikit usil dengan binatang yang menyerupai kelinci dan bahkan sama tetapi di negeri peri dia di sebut Clulucu, walau bedanya mereka memiliki sepasang sayap. “ Glaressia! Kamu nggak boleh usillin para Clulucu! Nanti mereka akan stress nantinya!” tegur Minda teman baik Glaressia “ah nona Minda aku hanya main-main kok!” kata Glaressia dan melanjutkan untuk mengusili para Clulucu “huh! Glaressia kamu itu kok dibilangin kok kayak gitu? Kasian Si! Kamu kan lima hari lagi akan menjadi remaja jadi nggak usah kayak gitu dech!” kata Minda melarang “ah biarin! Apa enaknya jadi remaja sepertimu? Kerjanya pun tambah berat! Disuruh ini lah itu lah! Kalau sedang ini nggak bole ini lah nggak boleh itulah! Udah nggak bisa main-main ini main itu! Cape dech! Jadinya!” kata Glaressia membantah “huh terserah kamu aja dech!” kata Minda kesal dan pergi meninggalkan Glaressia dengan terbang menjauh!. “huh Minda! Gara-gara jadi remaja tuh pikirannya ketuaan!” kata Glaressia pergi pulang ke rumahnya.
Suatu hari ketika sehari sebelum Glaressia menjadi remaja, Minda sedang duduk santai di kelopak bunga di dunia manusia. “wah indah sekali taman ini! Penuh bunga dan hewan-hewan kecil yang hampir sama seperti di duniaku! Ada seorang bayi yang imut ditimang ibunya! Sepasang kekasih yang sedang bermesraan wah seperti banyak sekali kebahagiaan disini!” kata Minda. Sesaat dia berbicara lagi didalam hatinya setelah mengingat ingat peristiwa tiga hari yang lalu “huh kenapa yach Glaressia itu nggak terlalu suka menjadi remaja? Padahal peri kecil sepertinya itu ingin sekali cepat-cepat remaja! Padahal apa buruknya? Di suruh ini itu kan itu berarti kita diberi kepercayaan! Nggak boleh begini saat sedang begini itu berarti kita mulai belajar untuk kedepan! Lagi pula enak jadi remaja sepasang sayap yang dulunya kaku dan tak bisa digunakan dapat digunakan sekarang! Bisa terbang tinggi masuk keluar masuk antar dunia! Pokoknya senang! Huh bodonya dia!” kata Minda. Disaat Minda sedang melamun memikirkan hal itu tiba-tiba ada yang mengagetkannya dari belakang
"DOORRR!!!!!!” kata suara itu, seketika Minda kaget dan menghadap ke belakang
“hah! Gla Gla Glaressia? Ka ka kamu kok ada di sini?” kata Minda terkejut saat melihat ada Glaressia
“hahahahaha kaget yach? Hahahaha oh yach aku berani kan ke dunia ini! Hahahahaha aku hebat kan?” kata Glaressia
“Glaressia! Kamu nggak boleh ke sini! Karena peri yang dibawa umur 15 tahun itu nggak boleh pergi kedunia lain! Dan kamu itu baru 14 tahun Glaressia! Kamu boleh kesini besok atau lusa! Lagian nanti kamu ditangkap soalnya bau khas peri umu dibawa 15 tahun itu sungguh khas dan dapat di ketahui oleh manusia yang selalu mengincar peri!” kata Minda menjelaskan “aku kan bisa lari!” bantah Glaressia
“huh kamu dibilangin! Sayapmu belum bisa ke pake Glar! Lalu kenapa kamu bisa kesini hah?” kata Minda lagi
“ya aku menyelinaplah! Hahaha aku hebatkan?” kata Glaressia bangga
“pulaaaaaaaaaaanngggg Gla besok hari ultamu dan besok kamu akan jadi remaja Gla” kata Minda melarang
“ah biarin aku nggak mau! Kamu saja yang pulang!” kata Glaressia
“huh memang aku mau pulang kok! Kalau kamu nggak mau ikut yaudah nggak apa-apa tapi kamu harus janji! Kamu akan pulang secepatnya dan harus berhati-hati!” saran Minda
“siap bos!” kata Glaressia.
Setelah Minda pulang. Glaressia tampak bersemangat untuk melihat-lihat dunia manusia. Kesana kemari dia melangkah dan juga dia selalu menyelip-nyelip di kantung atau di tas orang lain. Hari sudah hampir sore, saat Glaressia sedang tergesah-gesah lari untuk melihat burung yang terbang tiba-tiba dia jatuh kesebuah lubang yang menurut para peri lubang dimana ada beberapa sekelompok peri tinggal disitu, disitu juga adala tempat rahasia untuk pergi ke dunia peri yang lain. Glaressia amat takut, tetapi dia berjalan dengan was-was sedikit dia berbalik arah untuk melihat apakah ada peri jahat yang mengikutinya. Saat diperjalan yang sangat menyeramkan itu Glaressia sempat bertemu dengan seorang bapak peri yang tinggal di jalan penghubung itu, Glaressia sempat bertanya kepada bapak peri itu tentang jalan ini
“hai tuan! Apakah kau bisa menolongku?” kata Glaressia
“ya! Tetapi apa yang aku bisa bantu?” kata bapak itu
“apakah kau tempat ini atau jalan ini dapat membawaku ke suatu tempat?” katan Glaressia
“ya nona! Jalan ini akan membawamu ke sebuah negeri peri yaitu negeri peri Thinksing missing tetapi anda akan memerlukan waktu yang cukup lama! Oh ya siapa namamu nona?” kata bapak peri itu lagi
“oh terimah kasih tuan! Nama saya Glaressia! Saya dari negeri Fairy fantasy” kata Glaressia
“oh nona dari sana yach! Oh nama saya tuan Blum-blum! Oh ya nona waktu di tempat ini dan di negeri Thinksing Missing berbeda dengan negerimu nona! Jika di negerimu telah sejam dinegeri ini sudah satu hari! Kata bapak itu yang bernama Blum-blum
“oh terimah kasih tuan Blum-blum! Apakah aku dapat mencapai sehari untuk kesana?” kata Glaressia lagi
“ya nona tetapi anda membutuhkan waktu lima jam!” kata bpk Blum-blum
“oh ya? Pasti aku akan sampai disana pada malam hari!” kata Glaressia
“tentu nona! Tetapi lebih baik anda akan aku temani sampai kesana saja” kata tuan Blum-blum
“ya terimah kasih tuan Blum-blum” kata Glaressia
Dan keduanya melanjutkan perjalanan
Ketika sudah lama berjalan ternyata tuan Blum-blum mendapat halangan untuk menemani Glaressia ke negeri peri itu dan akhirnya tuan Blum-blum minta maaf dan segera kembali ke rumahnya. Akhirnya Glaressia melanjutkan perjalanannya itu.
Saat berjalan lagi selama sejam Glaressia bertemu dengan seorang peri laki-laki yang sedang memainkan gitar. Saat Glaressia lewat dihadapanya anak lelaki yang sebaya dengannya menegurnya
“hai nona! Pasti kamu akan ke negeri Thinksing Missing bukan?” kata lelaki
“ya benar! Kenapa?” kata Glaressia
“hati-hatilah nona!” kata lelaki itu
“ya tentu! Tetapi ada bahaya apa” kata Glaressia
“kau akan harus melewati danau yang dipenuhi dengan buaya” kata lelaki itu
“oh ya! Aku pasti berhati-hati” kata Glaressia lagi
“apa kau tak takut nona? Dan hey siapa namamu nona?” kata lelaki itu lagi
“tentu saja tidak sedangkan aku tidur di kandang singa aku takut mau hanya buaya! Oh ya namaku Glaressia” kata glaressia
“oh baiklah nona! Nama anda indah sekali kalau begitu pergilah” kata lelaki misterius itu
Segera Glaressia pergi melanjutkan perjalanannya lagi. Ia menelusuri banyaka tempat setiap tempat yang dia lewatkan semua peri yg menegurnya pasti mengatakan berhati-hati untuk melewati danau itu. Tiba saat Glaressia melewati danau itu. Rasa takutnya yang dulu tak pernah ada tiba-tiba muncul begitu saja “oh yaampun kok aku takut begini yach? Padahal aku nggak pernah takut! Huh pasti gara-gara banyak peri yang selalu mengatakan bahwa di danau ini banyak buaya pasti berbohong! Huh walau itu benar aku tak akan pernah akan takut tak pernah akan!” katanya yakin. Selangkah kakinya akan menyentuh air danau itu dan ternyata benar yang dikatakan peri-peri muncullah banyak ekor buayah yang naik ke permukaan dan akan coba untuk memakannya. Glaressia menagis ketakutan saat buaya itu makin dekat dengannya. Glaressia lalu memejamkan matanya saat buaya itu telah dekat dengannya hanya ukuran stenga meter “tamatlah riwayatku” katanya sambil memejampakan matanya. “srwings” tiba-tiba bunyi pedang terdenga, saat Glaressia membuka matanya dilihatnya didepannya seorang pemuda seusianya yang pernah bertemunya dihadapannya lalu pemuda itu pun mengatakan “sudahku bilang kan?” kata pemuda itu
“ya benar tapi aku ingin sekali kesana!” kata Glaressia
“baiklah nona sini kuantar kau smpai ke negeri yang cahaya lampunya telah kelihatan itu” kata pemuda itu
“baiklah trimah kasih! Atas tawarannya! Agar aku aman” kata Glaressia
Selama diperjalanan pemuda itu hanya diam sampai akhirnya Glaressia benci karena sangat sepi “eh kamu itu namanya siapa sich? Kamu saat kita bertemu kamu menanyakan namaku tetapi kau tak memberitahukan namamu!” kata Glaressia agak cenderung seperti orang yang agak masa bodoh
“apakah jikaku tanyakan siapa namamu akan ku beri tahu lagi namaku nona?”kata pemuda yang misterius
“eeemmmm ya nggak juga! Tapi….” Kata Glaressia
“oh ya itu dia kita telah masuk di negeri ini!” kata pemuda itu
“oh iya trima……….” Baru Glaressia akan mengatakan ucapan trima kasih ternyata pemuda itu telah pergi naik sebuah kendaraan yang peri khas negeri itu
“dasar lelaki yang aneh” kata Glaressia. Glaressia pun lari riang untuk jalan-jalan di negeri itu. Selama ia berjalan banyak sekali yang dia temukan di negeri itu apalagi Glaressia sering tertawa jika melihat burung suratnya yang sering bertabrakan “hahaha lucu sekali” katanya
Pada suatu hari saat sudah dua hari Glaressia di negeri Thinksing Missing. Ada sebuah festifal di negeri peri itu. Festifal musiklah itu. Music memang sebagai kebanggaan negeri itu apalagi pentas menyanyi atau vocal grup. Selama di festifal itu Glaressia ditemani seorang anak lugu semumuran dengannya dia bernama peri Ginger. Ginger itu lugu tetapi pintar, dia selalu menemani Glaressia dan mengajarkan tata bicara di negrinya ini. Glaressia dan Ginger berjalan-jalan sambil memakan manisan yang mereka beli. Ketika saat sedang asyik berjalan tiba-tiba ginger berhenti dan terdiam melihat sebuah kereta megah akan lewat didekat trotowar yang dekat mereka “Glaressia itu ……. Ayo kita kesana” ajak Ginger sambil menarik tangan Glaressia
“hah! Ooooh iya” kata Glaressia
“Glaressia kereta yang megah itu didalamnya ada pangera Lucky! Mereka berdua itu adalah putra dari ratu peri di negri ini” jelas Ginger sambil menunjuk kereta megah itu
“oh ya eeh lihat pangerannya membuka pintu kereta kuda yang depan dan melambaikan tangan ayo Glaressia kita lambaikan tangan juga!” kata Ginger lagi. Saat pangeran itu membuka Glaressia jadi bengong saat melihat wajah pangeran Lucky yang pernah ia lihat sebelumnya “pemuda misterius yang menolongku namanya Lucky dan ia seorang Pangeran?” kata Glaressia dalam hatinya
“ooh iya iya HEY kau pangeran! Kau kan yang menolongku itu” teriak Glaressia
Karena teriakan itu semua peri menatap wajahnya dengan aneh “astaga Glaressia!” kata Ginger
Pangeran itu melihat wajah Glaressia lalu tersenyum manis simple seperti saat ia memberi senyuman setelah membuat buaya yang menyeramkan itu mati. Ketika saat kereta pangeran lucky tepat berada di hadapannya lalu kereta itu berhenti dan pangeran Lucky turun dari kereta
“hai nona apa kau tak salah?” kata pangeran Lucky
“huh! Hei tuan maaf ku kira engkau yang menolongku” kata Glaressia
“jika aku yang menolongmu bagaimana?” kata pangeran Lucky
“ooh berarti aku punya hutang kepadamu untuk mengatakan makasih atas pertolongannya!” kata Glaressia
“anak sombong” kata pangeran Lucky
Pada suatu malam di negeri Fairy fantasy. “Oh anakku kok kamu belum pulang-pulang juga?” kata ibu dari Glaressia menangis
“sabar ya bu! Pak” kata Minda
“iya tapi dia ada dimana sekarang?” kata ayah Glaressia
“entah aku tak tau! Tetapi dia berjanji aku pulang bu”kata Minda lagi
“kamu ketemu dia dimana Minda?” kata ibu Glaressia
“ibu dan ayah Glaressia saat itu begini” kata Minda mengawali ceritnya. Ia bercerita apa adanya setelah ia bercerita ibu Glaressia jadi sedih dan menangis
“oh bagaimana ini pak? Besok pasti tidak akan mungkin mak nggak akan mungkin hiks hiks hiks” kata ibu Glaressia sambil menagis
“pasti anak itu kesepian atau dia mendapati sebuah lubang dan……..” kata ayah Glaressia
“kenapa?” kata Minda ingin tau
“dan dia akan ke negeri peri Thinksing Missing atau diperjalanan dia akan dimakan oleh buaya ganas” kata aya Glaressia hampir menangis
“nggak mungkin itu tuan nggak mungkin hiks hiks! Yasuda saya pulang dulu ya tuan!” kata Minda
“pergola nanti besok kita akan mencari Glaressia tentang kabarnya disana” teriak ayah Glaressia
Sementara itu di negeri Thinksing Missing. Glaressia dan Ginger diajak pangerang Lucky ke istannya yang megah. Ternyata kehadiran Glaressia dan Ginger sangat tidak diinginkan oleh ibu dan tunangan pangeran Lucky.
“huh buat apa Lucky harus membawa dua peri itu nyonya Willy?” kata calon tunangan pangeran Lucky
“saya juga tidak tau nona Miranda!” kata ibu pangeran Lucky
“aku tak suka mereka ada di sini!” kata calon tunangan pangeran Lucky yaitu Miranda
“aku juga tidak suka nona! Bagaimana kalau kita buat rencana?” kata ibu pangeran Lucky
“oke lah apa rencananya?” kata Miranda
“sini biarku bisikan” kata ibu pangeran Lucky
“rencana yang bagus calon mertuaku!” kata Miranda
“ya tentu hahahahahahaha” kata ibu pangeran Lucky
Glaressia melihat kamarnya di istana yang sangat megah dan sangat kagum sekali, gingerpun begitu. Tetapi saat setelah bermain dan berdansa dengan pangeran Lucky, Glaressia merasa rindu dengan keluarganya.
“aku ingat dengan orang tuaku Ginger! Aku ingin pulang ke negeriku!” kata Glaressia pada satu malam
“aku merasakannya Glaressia!” kata Ginger mengerti
“kita harus pergi dari sini Ginger! Nanti aku bawa engkau ke negriku!” kata Glaressia
“ya benar tetapi lebih baik besok malam saja! Karna nanti tidak enak jika kita itu seperti ini” kata Ginger member saran
“yach! Benar itu ayo kita tidur sudah malam” ajak Glaressia
“Ayok” kata Ginger. Lalu kedua peri itu tidur bersama-sama. Pagi harinya mereka bangun dan mandi lalu menggunakan gaun yang sangat indah. Glaressia sangat diperhatikan oleh pangeran Lucky sampai-sampai pangeran Lucky tak merasa bahwa dia memiliki seorang calon tunangannya nanti. Terlihat saat Glaressia dan Lucky berdansa Miranda menampakan wajah yang ceburu, tetapi seketika Miranda pergi dari tempat duduknya dan menjauh dari dansa itu dia juga memanggil ratu Willy. Ternyata Miranda dan Ratu Willy akan membuat rencana jahat mereka.
Pada malam harinya mereka beraksi. Agar tak ketahuan mereka menyuru seseorang untuk menculik Glaressia yang sedang tidur (saat itu Ginger tak tidur bersama Glaressia) dan membawa Glaressia ke seorang peri raksasa jahat yang mengurung Glaressia di sebuah botol besar, untuk pengurung peri.
Sinar matahari membuat mata Glaressia untuk terbuka. Glaressia jadi takut dan sedih ketika dia berada di dalam botol. Glaressia menangis terseduh-seduh dan mencoba untuk terbang agar dapat keluar dari botol itu, tapi tak bisa Karena sayapnya masi kaku dan tak bisa untuk terbang. Tiba-tiba ia terdiam saat melihat seorang peri raksasa memarahinya “hey kau jangan kau rebut heh nanti kujadikan engkau makan siangku! Jadi diamlah agar aku bisa memakanmu besok!” kata raksasa gendut itu. Medengar kata raksasa itu Glaressia hanya pasra.
Sedangkan saat di istana. “mana Glaressia? Ginger mana Glaressia?” kata pangeran Lucky
“aku tidk tau!”kata Ginger. Mencoba tidak mengetahui keberadaan Glaressia.
Pada malamnya tiba-tiba ada tamu tiga orang peri dua orang suami istri dan satu masi remaja
“saya adalah ayahnya Glaressia! Tolong apakah tuan tau dimana Glaressia?” kata aya Glaressia saat di ruang tamu
“ya aku tau dia! Dia anak yang baik walau kadang keras kepala. Tapi sayangnya dia menghilang semalam! Temannya pun tak tau keberadaannya”jelas pangeran Lucky
“lebih baik pangeran mereka bermalam saja disini” kata Ginger
“eh kamu itu jangan kayak tuan putrid disini ya Ginger!” kata Miranda membantah
“maaf saya hanya usu” kata Ginger dengan raut wajah yang memaksa
“baiklah” kata pangeran Lucky setuju untuk keluarga Glaressia menginap di istananya
Pada tengah malamnya saat semua orang tertidur lelap. Ginger menyelinap ke kamar pangeran Lucky lalu dia membangunkan pangeran Lucky yang semula tertidur. Dia mengajak pangeran Lucky untuk mengikutinya diam-diam, ginger junga mengajak Minda, dan orang tua Glaressia. Semua peri itu terbang mengikuti apa yang Ginger arahkan. Setelah terbang dengan cukup lama akhirnya mereka sampai ke sebuah rumah yang sangat besar terlihat ada raksasa yang tertidur pulas. Akhirnya mereka masuk kedalam ruma raksasa itu. Setelah melangka ke beberapa ruangan terlihatlah seorang peri di botol ternyata peri itu adalah Glaressia, pangeran Lucky terkejut dan langsung terbang ke botol itu dia lalu menyulap agar Glaressia keluar dari botol itu. Dengan hati-hati Glaressia keluar dan melarikan diri. Tetapi sebelum mereka lari pangeran Lucky membangunkan raksasa itu dan menyulap raksasa itu agar mau diperintahinya. Akhirnya raksasa mengikuti perjalanan mereka sampai ke istana. Tiba-tiba Ratu dan Putri kaget melihat raksasa itu datang dan mengambil keduanya dengan tangannya dan membawanya pergi.
Sehari sesudah kejadian itu Glaressia, minda, dan kedua orang tua Glaressia mohon pamit pulang. Sedangkan Ginger memilih tinggal di istana dan di angkat sebagai adik pangeran Lucky. Sebelum pamit Glaressia memberikan amplop undangan kepada pangeran Lucky dan Ginger untuk datang ke acara ulang tahunnya.
Setelah sampai di negeri Fairy fantasy. Semua para peri telah senang Glaressia diketemukan kembali. Dan pada saat ulang tahunnya dimana Glaressia diberika mahkota sebagai tanda dia telah remaja. Glaressia sangat senang apalagi senangnya bertambah saat ia melihat pangeran Lucky dan Ginger datang ke ultanya yang ke 15.
Suasana pesta Glaressia jadi meria ketika saat dansa dimulai Glaressia berdansa dengan pangeran Lucky, dia ingat saat pertama kali berdansa dengan pangeran lucky.
perubahan
teman-teman! blog kamilah akan menjadi blog yang banyak ceritanya! semoga teman-teman menyukai cerita-cerita yang diberikan. Tetapi jangan sedih karena blog ini walau kebanyakan adalah cerita tetapi informasi blog ini masih tetap ada! seperti gosip-gosip, pengetahuan, tentang-tentang pelajaran, dan info-info yang menarik akan disajikan oleh blog ini jadi jangan sedih. nanti mungkin semoga nggak ada yang halangi nanti aku akan membuat cerita besok! jadi mulai besok kalian akan terhibur dengan banyak cerita! mulai cerita yang bertema sedih, senang, menghanyutkan, misteri, menakutkan, cerita masa depan, masa lampau / lalu,keajaiban dan mungkin ada tambahan-tambahan cerita bertema "cinta". Cerita-cerita ini dibuat oleh beberapa orang termasuk aku. Mungkin blog punyaku ini akan mulai ada banyak kemajuan.
beberapa hal-hal yang Blog ingin capai yaitu :
1. memberi kesempatan untuk orang-orang yang gemar membuat suatu cerita, untuk mengirim ceritanya ke alamat ini "jl G. merapi,No 11 kelurahan kampung baru, kecamatan luwuk, kabupaten banggai sulawesi tengah dengan kode post 94714. ceritanya akan dimuat diblog ini dan ingat "BLOG INI TIDAK MEMBERIKAN HADIAH BAGI PENGRIM" karena blog ini hanya membantu anda untuk menunjukan ekspresi dengan sebuah cerita yang anda buat
2. memberikan info-info yang menarik
3. quis-quis yang dapat dijawab oleh para pembaca melalu coment
4. cerita-cerita yang baik
5. gosip atau fakta-fakta akan mulai dapat diperjelas
6. pengetahuan yang baik untuk sekolah
semoga anda dapat menyukainya dan menjadi anggotanya
beberapa hal-hal yang Blog ingin capai yaitu :
1. memberi kesempatan untuk orang-orang yang gemar membuat suatu cerita, untuk mengirim ceritanya ke alamat ini "jl G. merapi,No 11 kelurahan kampung baru, kecamatan luwuk, kabupaten banggai sulawesi tengah dengan kode post 94714. ceritanya akan dimuat diblog ini dan ingat "BLOG INI TIDAK MEMBERIKAN HADIAH BAGI PENGRIM" karena blog ini hanya membantu anda untuk menunjukan ekspresi dengan sebuah cerita yang anda buat
2. memberikan info-info yang menarik
3. quis-quis yang dapat dijawab oleh para pembaca melalu coment
4. cerita-cerita yang baik
5. gosip atau fakta-fakta akan mulai dapat diperjelas
6. pengetahuan yang baik untuk sekolah
semoga anda dapat menyukainya dan menjadi anggotanya
Langganan:
Postingan (Atom)